Tampilkan postingan dengan label dia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2018

Binar Kenanganmu Mulai Bersinar Kembali

image from google

Malam ini ada yang berbeda,
Langit tampak lebih cerah,
Bulan dan bintang terlihat dengan indahnya,
Seakan mengingatkanku tentang sebuah kenangan yang sudah terlukiskan dengan indah di dalam ingatan.
Iya, itu kenangan tentang kamu, slalu kamu, dan berakhir di kamu.
Kenanganmu seakan menghangatkan jutaan detik waktu yang mencoba mendinginkan.
Takkan terlupa, takkan terhapus, takkan terlewatkan kenangan tentangmu, selalu abadi sampai akhir nanti.

Dan kini aku mulai gelisah, kau hilang tanpa memberi kabar,
Aku tau aku baik-baik saja disini, tapi jika kau memberi kabar, setidaknya sudah membuat hatiku lebih tenang.
Tapi kurasa itu hanya mimpi,,,,
Aku hanya kenangan yang kau coba tuk lupakan,,,
Dan aku slalu berharap kau tidak akan melupakan kenangan itu hingga akhir waktu,,,
Semoga saja kamu mengerti,,,
Semoga saja kamu mengetahui,,,
Semoga saja kamu paham,,,,
Aku kan slalu ada di sini dan masih tetap menanti cintamu yang mungkin hanya sebatas mimpi.

Dan ku  masih tetap menunggu....
Semoga tuhan mempertemukan kita di masa depan...




Tentangmu, Realitas Kehidupan


imronsenja.blogspot.co.id
image from google

Kita tidak akan bisa selamanya bahagia, pun kita tidak akan selamanya sedih...
Semuanya ada massanya...
Bukankah kehidupan selalu begitu...?
Selalu ada sesuatu yang bertolak belakang...
Kita pasti menyukai sesuatu dan membenci sesuatu yang lainya...
Sama seperti menyukai sebuah perjumpaan dan membenci sebuh perpisahan...
Padahal semua itu dihadirkan secara berpasangan...

Bagaimana kita menyebut itu sebuah kebahagiaan jika kita tidak mengenal sebuah kesedihan...
Bagaimana kita menyebut itu pertemuan jika kita tidak mengenal perpisahan...
dan inilah hidup yang penuh dengan realitas didalamnya...
dengan kita sebagai orang yang menjalaninya...

Sebenarnya masih banyak yang belum kupahami...
Tapi aku yakin suatu saat waktu kan membantu tuk menjelaskan semuanya...
Entahlah...
Aku sedang ingin membiarkan semua berjalan pada koridornya masing-masing...
dan aku tak ingin berdepat dengan waktu...
ku biarkan waktu tuk mengalir bebas...
Bukankah dengan ini akan menjadi lebih baik...?

Atas Sepengetahuan-Nya

image from google


Dan perlahan demi perlahan aku mulai menyadari,
Cinta yang tumbuh di hati ini adalah atas sepengetahuan-Nya,
Hati ini adalah mutlak milik-Nya,
dan Dia lah yang berhak tuk membolak balikannya,
apapun yang terjadi,
Dia tak mungkin menghadirkan rasa ini hanya sebatas imaji,
pasti ada maksud di balik semua itu.

Tentang kenapa kau yang di pilih hatiku untuk membuatnya luluh,
Tentang kenapa hatiku memilihmu untuk membuatnya tetap hangat,
Tentang kenapa kau yang selalu saja terdapat dalam pikiranku,
Entahlah...
Tetapi rasa ini hadir atas sepengetahuan-Nya,

Walaupun suatu saat aku tak bersamamu di suatu hari di masa depan,
Insya allah aku akan mencoba tuk Ikhlas...
Karena ku tau itulah jalan yang di tuliskan oleh-Nya
Untuk kamu,,, Kita,,, dan Cinta,,,

Tuhan telah memberiku cinta yang luar biasa,,,
Bahkan...
disaat aku telah kalah,,, Cinta-Nya tak sekalipun di biarkan hilang,,,

Jalan hidupku masih panjang...
Aku masih ingin menemukan rumah untuk berlabuhnya hatiku...
Menemukan cinta yang terindah, milik-Nya semata,
Dan aku percaya kepada rencana-Nya yang kan indah pada waktunya...


Kamis, 09 November 2017

Senyumnya adalah segalanya bagiku


sumber image : google


Jika apa yang tertulis padaku adalah yang terbaik baik baginya...
Beri aku kekuatan agar binarku bisa menyentuhnya..

Dengan kasih sayang yang berkelimpahan...
Dengan ragaku yang bisa menjaganya di saat sehat ataupun sakit...
Dengan bahuku yang bisa menopang segala kepedihannya...

Di saat kuat dan rapuhnya...
Di saat senyum dan tangisnya...

Namun...
Jika di sana ada seseorang lain yang menurut Engkau bisa menjaganya lebih baik dari yang bisa aku lakukan...
Mohon beri hamba ketabahan untuk mengikhlaskan...
Semua kenangan yang masih terasa hangat dalam ingatan...

Dan ijinkan aku memohon kepada-Mu...
Untuk membahagiakan dia dengan cara-Mu...
Biarkan dia mendapatkan yang terbaik menurut-Mu...
Meski itu bukan aku...

Sesungguhnya senyumnya adalah segalanya bagiku...

Kamu datang lagi

sumber image : google

Kamu datang lagi...
ketika bayang dirimu mulai hilang dalam hatiku...
Kamu datang lagi...
ketika semua harapan tentang mu mulai layu...
Kamu datang lagi...
seakan memberi harapan yang mungkin sulit jadi kenyataan...

Tetapi...
Sampai saat ini...
Prasaan ini kan tetap sama...
Aku masih akan berharap...
Meski kenyataan kan membangunkanku dari harapan yang membisu...

Meski kau takkan tau...
Bahkan meski kau tak mengerti...
Kamu kan slalu ada...
Slalu ada dalam hatiku...

Aku tak berhak menuntut kau akan memilihku...
Semua sudah diatur di koridornya masing-masing oleh-Nya...
Tapi aku kan slalu percaya...
Rencana Tuhan...
yang kan indah pada waktunya...
meskipun akhirnya kau takkan bersama ku... :')


Senja

sumber image : google


Senja memandang dalam Lintang. Ada rasa terpendam yang sulit untuk di deskripsikan. Senja merasa bodoh, apakah perasaaan ini hanya dia yang memiliki? Ingin rasanya dia bertanya "Lintang, apakah kau merasakan perasaanku?", Pertemuan mereka di bangku dekat danau itu seperti bisa dibilang takdir. Sore ini cuaca sangat cerah, cahaya sore dapat dirasakan langsung oleh kulit. Siluet pohon tercipta di pinggiran danau. Dua Insan sedang duduk bercerita penuh canda tawa tiba - tiba senyap oleh sebuah pertanyaan "Lintang, apakah kamu merasakan perasaanku?" Lintang diam saja menerima pertanyaan itu, senja masih terus menatap mata Lintang yang melihat kebawah. "Hahahaha" Lintang bingung dengan sikap Senja yang tiba - tiba tertawa "Aku tadi nanya apa yaa? Udah lupain aja tang hehehe" Suasana kembali cair. Seharusnya aku tidak menanyakan itu batin Senja.

Seminggu kemudian, Senja terkejut, Lintang sudah mempunyai kekasih. Selama ini Lintang tidak pernah bercerita tentang kekasihnya itu, Senja terlihat sedih. Seperti biasa sore hari dia akan ke bangku dekat danau. Tidak lama kemudian Lintang datang memanggil Senja. Segera Senja mengusap air mata dipipinya sebelum terlihat oleh Lintang. "Hai Senja, loh kamu kenapa? Kok matanya merah, nangis?" tanya lintang, "Ah, engga kok. Tadi abis kelilipan debu tang hehehe" jawab Senja. Seperti biasa mereka bercerita satu sama lain. Tapi ada rasa yang mengganjal hati Senja. Rasa sakit bercampur aduk dengan rasa senang yang terpaksa dibuat saat ini. Sebuah cinta yang masih terkunci di hati yang tulus dan rapat. Akhirnya Lintang bercerita tentang kekasihnya kepada Senja. Kerapuhan hati senja semakin lebar, seperti pisau menyayat ketika nama kekasihnya Lintang muncul. Sangat berbeda dengan raut wajah Senja yang saat ini antusias dan bahagia mendengar cerita Lintang. Senja bersyukur matahari mengakhiri hari ini. Mereka pulang kerumah masing - masing.

Mimpi aneh selalu datang ketika Senja tidur. Dia selalu terbangun dan kemudian menangis. Senja tidsk pernah cerita kesiapapun bahkan Lintang. Satu tahun berlalu, Lintang kini tidak lagi bersama kekasihnya itu. Tapi selalu Lintang bercerita tentang kekasihnya itu ke Senja. Lintang tidak tahu bagaimana perasaan Senja selama ini, rasa terpendam yang berusaha menyeruak ke luar. Semakin memaksa keluar ketika bersama Lintang. Bulan kembali menampakkan dirinya. Malam yang panjang kembali dialami Senja, mimpi aneh itu belum berhenti. Senja seperti disiksa.

Mendung menyombongkan dirinya diatas sana. Senja dan Lintang masih terjaga dibangku dekat danau.
"Hai Senja, tidak terasa yah sudah lama kita bersama"
"Iya Lintang"
"Kamu tahu, semenjak aku putus dengan Zahra. Aku merasa aneh"
"Merasa aneh kenapa?"
"Aku juga tidak tahu. Perasaan aneh ini muncul apabila kita sedang berdua dan rasa yang lain lagi muncul ketika kita berpisah"
"Hmm, menurutmu rasa apa itu?"
"Tidak tahu"

Suasana diam, hanya suara angin kencang dan petir. Perlahan air jatuh dari atas, semakin lama semakin banyak. Senja dan Lintang mencari tempat berteduh. Ketika berlari Lintang menggenggam lengan Senja agar tidak ketinggalan. Kembali muncul rasa campur aduk, kali ini tidak seperti satu tahun yang lalu. Rasa yang membuat dia bahagia dan menciptakan sebuah senyuman akan momen ini. Hari ini pasti tidak akan dilupakan Senja. Malam hari, Senja terbangun karena mimpi mengerikan tentang Lintang, meskipun samar - samar. Langsung saja ia SMS Lintang. Tidak lama kemudian ia tenang karena SMS balasan dari Lintang yang sedang mengerjakan tugas. Malam berikutnya, mimpi itu datang lagi mimpi yang sama tentang Lintang dan semakin jelas.

"Lintang, kamu percaya mimpi bisa menjadi kenyataan?"
"Ha? Kok bertanya seperti itu?"
"Tidak apa - apa. Besok kamu jadi ke Jogja?
"Iya jadi dong Senja, kan lombanya besok"
"Oh.."
"Ada apa memangnya?"
"Tidak ada apa - apa"
"....."
"Tentang rasa yang pernah kamu ceritakan. Apa kamu sudah tahu apa itu?" Tanya Senja
"Hmm, aku masih tidak tahu. Tapi aku menyukainya"

Senja hanya tersenyum mendengar itu. Malam hari mimpi itu datang kembali kali ini sangat jelas. Mimpi mengenai Lintang. Tentang sebuah mobil travel yang hancur akibat tabrakan keras. Sudah tidak mungkin ada yang selamat. Didalamnya ada seseorang yang Senja kenal. Suara yang memanggil itu dia tahu suara ini, Senja mencari sumber suara itu. Suara itu datang dari tubuh seseorang  yang berlumuran darah. Senja semakin mendekat, penasaran melihat wajahnya. LINTAAANGGGG!!! Teriak Senja. Senja langsung menghampiri Lintang yang berlumuran darah. Air mata turun deras di pipi Senja.  "LINTANGG! KENAPA JADI BEGINI!! TOLOOONGGGG TOLOOOOOONGGGG!!!"

"Senja, sudah tidak perlu minta tolong" Senyum mengembang di wajah Lintang yang sudah tidak karuan.
"Lintangg! Kamu tidak boleh pergi, tidak boleh...!!!" Ledakan tangis Senja membahana di jalan
"Senja, aku sudah tahu rasa apa yang selama ini aku rasakan. rasa yang membuat aku bahagia ketika bersama kamu."
"Sudah Lintang, kamu jangan banyak bicara. Aku harus membawa kamu ke rumah sakit."
"Sudah tidak mungkin Senja, aku hanya ingin memberitahu rasa apa yang selalu aku rasakan. Aku yakin sekali ini tidak salah. Rasa itu adalah, Cinta. Rasa cinta ini memberitahuku bahwa kamulah orang yang tulus mendengar semua ceritaku, setia bila aku sedang dalam kesusahan, kamulah orang yang tepat untuk menaruh rasa cintaku ini. Aku mencintaimu Senja"
Senja kaget mendengar kata - kata itu. Dari semua puisi yang pernah dia baca. Ucapan dari mulut Lintang selalu berada diatas. Seketika kata - kata itu membuat Senja bahagia.
"Bukan saatnya mengatakan hal ini Lintang! Kamu tidak lihat keadaanmu sekarang?!!"
"Senja, apa kamu mencintaiku juga?"
"Lintang... Sebelum rasa itu hadir di dirimu. Dia sudah hadir pada diriku terlebih dahulu. Sudah lama aku menunggu kamu mengucapkan hal ini"
Lintang tersenyum mendengarkan hal itu kemudian ia menutupkan matanya dan ada ucapakn kecil dari mulutnya.  "Terimakasih Senja"
"LINTANGG!!! LINTANG KAMU TIDAK BOLEH PERGIII!! LINTAAAAAANGG!!!!!!!" Teriak Senja

Senja terbangun dengan keringat di wajah. Mimpi itu terasa seperti nyata. Matahari sudah ada diatas. Dia melihat Handphone dan ada SMS dari Lintang.

“Doain aku yah Senja supaya aku menang lomba. Oh iyaa setelah dari Jogja aku ingin menyampaikan sesuatu ke kamu, aku sudah tahu rasa apa yang selama ini aku rasakan bila bersama kamu. Pokoknya kamu harus tahu apa rasa itu. Wait me. ;)”

Senja menaruh Handphone dengan pasrah. Air mata kembali mengalir, hanya doa keselamatan yang diucapkan Senja saat ini. Ia menyesal kenapa tidak bangun lebih awal agar bisa mencegah Lintang untuk tidak pergi ke Jogja . Senja pun berharap agar mimpinya tak menjadi nyata.~

Minggu, 06 Oktober 2013

Ikhwan Sejati



Imronsenja.blogspot.co.id - Ikhwan Sejati. Saya di sini mau berbagi sedikit cerita, yuk mari di simak bersama-sama.


Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, "Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!"

Sang Ibu tersenyum :) dan menjawab…

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,

tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,

tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,

tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja,

tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,

tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,

tetapi dari hati yang ada dibalik itu.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja,

tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,

tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran,

tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. "Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata…
Belajarlah tentang dia. Ia pun mengambil buku itu, "MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu.

Minggu, 29 September 2013

Mencintai Dalam Diam Dengan Kesederhanaan dan Keikhlasan

Assalamualaikum Wr. Wb.


Ketika cinta kini hadir, tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui, saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta, izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba... mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu kerana Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran Allah kerana hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah...~

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 49)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” ( QS. Ar Ruum: 21 )

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata...
Maka...
Bersabarlah...
Berdoalah...
Berpuasalah...

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Israa': 32 )

Mungkin cukup mencintai dia dalam diam...
Bukan kerana membenci hadirnya, tetapi menjaga kesucinnya.
Bukan kerana menghindari dunia, tetapi meraih surga-Nya
Bukan kerana lemah untuk menghadapinya, tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus.~

Cinta Itu wujud...
Pada Hati-hati yang suci...
Pada Jiwa-jiwa yang ingin coba Mengenali-Nya...
Pada Hamba yang Semakin Insaf akan ke khilafannya...

Cinta itu ada....
Pada Allah yang mencipta kita....
Indah pada Pandangan mata...
Berbeza paras dan rupa, itu bukan ukuran-Nya...

Cinta itu Adil...
Pada saat Umat jahil...
Rosulullah menjadi Pilihan-Nya...
Membawa Umat kembali mencintai-Nya...

Cinta itu pasti ada...
Pada seraut wajah redup ibu bapak...
Penat dan lelahnya membesarkan kita...
Ikhlas Hatinya, entah dapat di balas atau sebaliknya....

Cinta itu hadir...
Pada seorang saudara yang menasehati saudaranya yang lain...
Keduannya saling menasehati ke arah kebenaran dan kesabaran...
Supaya Ukhuwah menuju Syurgawi tak terlupakan...

Cinta itu pati muncul...
Dalam hati seorang sahabat sejati...
Mencari dan mengajak sahabat lain ke jalan Illahi...
Agar diri dan sahabat tidak terhumban ke dalam gaung Neraka yang dahsyat tak terperi....

Cinta itu suat Anugerah...
Bila hati bertemu hati...
Saat ijab Qabul selesai terurai....
Keikhlasan Sang Suami memikat Ridho-Nya...

Cinta itu memeng Indah...
Bila berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah...
Bila tujuannya Kerana Allah...
Bila matlamatnya Syurga yang Barakah...

Cinta itu pasti ada...
Pasti kau akan temuinya...
Dengan membersihkan dirimu dari pada segala noda dan dosa...
Kelak, Cinta Abadi nan Hakiki akan bermula dan bertahta dalam jiwa seorang Hamba......

Cukup cintai dia dari kejauhan...
Kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari ujian...
Kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan...
Kerana mungkin sajakan membawa kelalaian hati-hati yang terjaga..

Cukup cintai dia dengan kesederhanaan...
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan...
Menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...

Maka cintailah dia dengan keikhlasan...
Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati.. tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??

“... boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah: 216 )

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (syurga).” (QS. An Nuur: 26 )

Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan...
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan..
Mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan...
Serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya... Biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

“Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar Bin Khattab ra)


Rabu, 11 September 2013

Utuh Tak Tersentuh

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim

Tak sengaja saya menemukan kata-kata ini dari suatu web, semoga anda terinspirasi. =)






Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian...~
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh...~

Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi... Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia...
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu... Rasa yang entah akan berlabuh di mana?

Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…

Wahai  para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya...

Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang wanita, rasakan...~

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .

Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?  untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?

Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…

Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku... Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..

Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH,

padamu... Hanya padamu... ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku....~

Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo

imronsenja.blogspot.co.id - Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo. Pada Kesempatan kali ini saya akan membagikan kumpulan kata-kata dari Sujiwo ...