Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Januari 2018

Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo

imronsenja.blogspot.co.id - Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo. Pada Kesempatan kali ini saya akan membagikan kumpulan kata-kata dari Sujiwo Tejo. Seorang budayawan sekaligus Presiden dari Republik Jancukers.


    “Ah, kau, rama, titisan dewa, Dewa bisa sempurna. Tapi, kau tak sempurna. Kau cuma manusia. Mengapa kau tak berbahagia menjadi manusia dengan segala ketidaksempurnaanmu seperti juga ketidaksempurnaanku...?”― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Berkali-kali aku bilang, bangsa ini digoblokan dengan pendidikan matematika yang salah. Matematika cuma diajarkan sebagai hitung-hitungan. Bukan sebagai bahasa.”― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Bahkan dalam banyak kepercayaan dan agama, hal yang musikal dianggap lebih awal dan lebih akhir ketimbang teks kata-kata maupun rupa.”― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Bisikan musikal diberikan kepada orang bahkan semasih ia janin, dan setelah di liang lahat.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Menjadi suami atau istri yang gagal kerap dinilai tak menjaga kehormatan keluarga besar.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Manusia hidup di zamannya. Sampeyan boleh saja hidup lama di luar negeri, tapi jangan sampai terlalu lama hidup di luar zaman.” ― Sujiwo Tejo, Republik #Jancukers


    “Ngawur karena benar" adalah jurus terakhir kita setelah mentok pada jurus-jurus lain yang konon sistematis, santun dan berbudi pekerti.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Lama-lama orang males romantis karena entar disebut galau.

     Males peduli takut disebut kepo.

     Males mendetail takut dibilang rempong.

     Males mengubah-ubah point of view dalam debat takut dibilang labil.

     Juga, lama-lama generasi mendatang males berpendapat takut dikira curhat.” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Ini "Khotbah Minggu"-ku : Cinta itu penjara dengan kerangkeng kasih sayang, maka kamu sering menangis tanpa merasa dibui.” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Ini "Khotbah Minggu"-ku : Setiap Game Over dalam hidupmu perlu koin untuk berlanjut. Koin itu adalah jiwa pasrah.” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Setiap peristiwa bukanlah awal, bukan pula akhir dari segalanya. Setiap peristiwa bisa merupakan pendahuluan atau akibat dari peristiwa lain.”― Sujiwo Tejo, Tuhan Maha Asyik


    “Di negara Jancukers. Allahu Akbar nilainya tinggi, yaitu untuk mengusir penjajah Belanda dulu dan untuk mengusir Jepang. Tidak seperti di negara tetangga, Allahu Akbar dipakai untuk melawan orang makan di warung Tegal.”― Sujiwo Tejo


    “Ya kalau nggak bohong mana mungkin seorang lelaki bisa lompat sana lompat sini memadu kasih, bahkan ketika masih berhubungan perempuan-perempuan lain.”― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Hanuman tertarik pada Trijata lantaran Trijata memang lebih hangat ketimbang Sinta. Trijata lebih manusiawi. Sebagai kera, Hanuman rindu pada bau manusia. Hanuman tak mencium bau manusia pada Sinta. Baginya bau Sinta terlalu bau bidadari.”― Sujiwo Tejo, Rahvayana: Aku Lala Padamu


    “Semakin tidak menyadari kondisinya, maka semakin buruk kondisi jiwanya - Nova Riyanti Yusuf” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Rama, sebetulnya kau mencintaiku atau mencintai dirimu sendiri sehingga kau begitu hirau dengan gosip rakyatmu bahwa aku sudah tak suci lagi setelah hidup bersama Rahwana?” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “... toh jagat di luar dan jagat di dalam sama saja. Siapa yang mengenal Tuhan akan mengenal dirinya. Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan.” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Bukankah hanya pada saat mencemooh, putus asa, marah, dan sejenis itu kita menekankan suku kata terakhir pada kata-kata yang terdiri atas empat suku kata?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Lagu kebangsaan pastilah bukan semacam sistem demokrasi yang bisa didatangkan dari luar dan harus bisa dipakai oleh seluruh daerah yang tanpa sejarah demokrasi, karena lagu kebangsaan bukan demokrasi yang rasional dan bisa dicapai dengan pembelajaran. Lagu kebangsaan adalah urusan emosional.”― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Banyak umat beragama, menurut perempuan bermonolog itu, yang tak menyembah Tuhan, tapi terjebak menyembah nama Tuhan, bahkan tak enggan berperang lantaran saling berebut nama Tuhan. Mereka seperti para pandita di Hutan Dandaka yang memuja sosok pemuda tampan karena terpesona dan memuja namanya: Rama.”― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Jalan menuju Tuhan sama dengan jalan menuju Roma, Rahwana. Pada akhirnya semua jalan akan menuju Roma. Demikian pula jalan menuju Tuhan. Ada yang melalui jalur filosofis, ada yang melalui jalur cinta. Ada yang reflektif, ada yang afektif. Ada yang religius, ada yang altruis...” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Kesenian yang baik biasanya merupakan biografi senimannya, biografi yang disamar-samarkan di sana sini.”― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Jangan tanya besarnya seseorang dari anaknya sendiri. Di mata keluarganya seorang ayah pasti biasa-biasa saja. Mungkin malah kerdil...” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Pas ditinju, refleks kita ngeles ke kiri atau ke kanan. Bagaimana kita akan mengubahnya dengan menunduk. Wong refleks itu kata para ahli gerakan tak sadar.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Lantas, sekali lagi, bagaimana kita akan mengubah suatu kelaziman kalau yang lazin itu sendiri tak kita sadari?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Karena hanya kebekuan yang susah memaafkan.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “jangka waktu antara sanjungan dan umpatan demikian tipisnya. manusia bisa pagi memuja, lalu sorenya mendamprat dengan berbagai hujatan” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Minta maaf, dengan segenap konsekuensinya, harusnya mudah dilakukan oleh siapapun yang belum beku.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Bangsa Indonesia bangsa yang cepat nda ingat, walau Abraham Lincoln dan Bung Karno sudah mewanti-wanti jangan gampang lupa sejarah.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “para pemeluk agama pasti marah jika tahu aku mengatakan hal itu, karena mereka hanya memeluk agama, cuma meluk jadi cenggur. beda dengan penyetubuh/pengencuk agama yang paham dengan agamanya hingga bisa klimaks dengan Tuhan. Met pacaran ma Tuhan Cuuk!!” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “hidup itu seperti pergelarn wayang, dimana kamu menjadi dalang atas naskah semesta yang dituliskan oleh tuhan mu." ― Sujiwo Tejo


    “Bahwa menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa rencanakan cintamu untuk siapa... Bahwa yang membekas dari lilin bukan lelehnya, melainkan wajahmu sebelum gelap...” ― Sujiwo Tejo


    “Tuhan kan nggak mungkin langsung sedekah ke orang-orang, ya kalianlah sedekah duit kalau punya duit, sedekah ilmu, sedekah senyum. Masa sih kalau sudah gitu Tuhan gak bales cintamu? Tapi gak mungkin dia belai-belai langsung rambutmu, sentuh bibirmu. Maka Tuhan ciptakan “wakil”nya, yaitu pacarmu. Maka doalah, “Tuhan, semoga pacarku ini betul-betul orang yang kau pilihkan untukku.” ― Sujiwo Tejo


    “Jangan pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu.” ― Sujiwo Tejo


    “naskah sutradara kita tahu di depan, naskah Tuhan kita tahu di belakang~” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Intinya, bagimana sembahyang itu bisa mendorong seluruh hatimu untuk menolong orang lain. Itulah inti pergi ke masjid, gereja, wihara, kuil, dan sebagainya.” ― Sujiwo Tejo, Lupa Endonesa


    “Bagaimana kebiasaan akan kita ubah kalau kebiasaan itu sendiri sering tak kita sadari?” ― Sujiwo Tejo


    “Urakan berbeda dari kurang ajar. Urakan melanggar aturan termasuk aturan berfikir demi mengikuti hati nurani. Kurang ajar melanggar aturan hanya demi melanggar.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Cinta itu takdir. Menikahi itu nasib. Kita bisa melawan nasib, tapi tidak takdir ... Hmmm ... Di dalam cinta, tidak ada yang salah. Ratu Kencono Wungu tak bisa disalahkan. Cinta itu ajaib. Datang dan perginya tak dapat kita rencanakan. Ratu tak salah jika selama masa penantian cintanya di luar rencana ternyata tumbuh ke Damarwulan.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Andai mereka, kaum jomblo itu, ber-Tuhan, masih lumayan. Mereka akan bilang bahwa jodoh itu di tangan Tuhan. Lha, yang atheis jodohnya di tangan siapa?” ― Sujiwo Tejo, Republik #Jancukers


    “Benar dan salah tentu ada. Tegakkanlah segitiga. Pada alas ada dua sudut, sudut benar dan sudut salah. Sinta, mari tarik lagi alas segitiga itu ke atas. Makin ke atas, sudut benar dan sudut salah itu semakin dekat. Di puncaknya, kedua sudut itu melenyap. Itulah titik Tuhan.” ― Sujiwo Tejo


    “Orang hidup, termasuk saya, toh lebih sering memperhatikan wajah dan sifat-sifat orang lain ketimbang detail-detail selebihnya.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Hidup di alam fana adalah hidup di alam sandiwara. Lebih baik sekalian merias yang sungguh-sungguh sandiwara ketimbang merias yang tampak bukan sandiwara padahal sandiwara juga ...” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Ngawur karena benar" adalah jurus terakhir kita setelah mentok pada jurus-jurus lain yang konon sistematis, santun dan berbudi pekerti. Setelah kita endus bahwa di balik kedok tertata, sopan dab bertata krama itu ternyata adalah kepalsuan, ketika itulah ngawurisme bermula.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Bagaimana kalau uang jajan lebih besar ketimbang uang makan?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Harusnya kesabaran itu seperti keinginan, tak ada batasnya. Yang bertapal batas cuma kebutuhan” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Saya iri ke Menak Jinggo .... Hidup luntang lantung bagai gelandangan di bawah pohon tapi hatinya penuh cinta. Kami hidup enak di ruang AC, bergemilang duit, tapi cinta kami redup bahkan kering kerontang," ungkap seorang anggota dewan” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Kamu pasti tahu dari buku-buku di perpustakaanmu bahwa orang kalau sudah beragama secara benar, menjadikan Tuhan sebagai kekasihnya, maka cintanya kepada kekasih di dunia ini hanya sekunder!!! Siang dan malam cuma ia ingin mencebur dalam Samudra Tuhan! Cintanya kepada sesama manusia cuma dalam rangka cintanya kepada Tuhan yang menciptakan manusia!” ― Sujiwo Tejo


    “Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda .... Mengapa kalian pesimistis?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Saya sering berharap moga-moga segala kebaikan yang kelak akan saya lakukan adalah kebaikan yang tanpa saya sengaja. Begitu, sehingga luputlah saya dari rasa sombong lantaran merasa sudah berjasa.” ― Sujiwo Tejo


    “Kekasihku jangan bersedih tidurlah dan bermimpi, kenegeri kehamparan, kehampaan.. Kasih, Kenegeri Kehamparan, Kehampaan.. Tawa canda. Dan Biar kelak anak-anak mu kan percaya bualan Mu, jangan kau bersedih.....Pada Sebuah Ranjang” ― Sujiwo Tejo


Rabu, 03 Januari 2018

Tentangmu, Realitas Kehidupan


imronsenja.blogspot.co.id
image from google

Kita tidak akan bisa selamanya bahagia, pun kita tidak akan selamanya sedih...
Semuanya ada massanya...
Bukankah kehidupan selalu begitu...?
Selalu ada sesuatu yang bertolak belakang...
Kita pasti menyukai sesuatu dan membenci sesuatu yang lainya...
Sama seperti menyukai sebuah perjumpaan dan membenci sebuh perpisahan...
Padahal semua itu dihadirkan secara berpasangan...

Bagaimana kita menyebut itu sebuah kebahagiaan jika kita tidak mengenal sebuah kesedihan...
Bagaimana kita menyebut itu pertemuan jika kita tidak mengenal perpisahan...
dan inilah hidup yang penuh dengan realitas didalamnya...
dengan kita sebagai orang yang menjalaninya...

Sebenarnya masih banyak yang belum kupahami...
Tapi aku yakin suatu saat waktu kan membantu tuk menjelaskan semuanya...
Entahlah...
Aku sedang ingin membiarkan semua berjalan pada koridornya masing-masing...
dan aku tak ingin berdepat dengan waktu...
ku biarkan waktu tuk mengalir bebas...
Bukankah dengan ini akan menjadi lebih baik...?

Jumat, 10 November 2017

Kumpulan Tulisan Jerinx

imronsenja.blogspot.co.id - Kumpulan Tulisan Jerinx. Hai gan apa kabar? pasti baik-baik saja kan? hari ini ane mau ngeshare kata-kata dari bli Jrx, tau kan bli Jrx ? kalau ngak tau kayaknya anda harus berhenti tuk menonton tipi. Bli Jrx/Jerinx adalah pengebuk drum di band Superman Is Dead, Beliau juga voklist di band DEVlLDICE. Cukup basa-basinya mari kita ke TKP.

Kumpulan Tulisan Jerinx motivasi
sumber imag : google


    "Ingin mengkremasi negara ini dengan api cinta, lalu abu nya dijadikan tinta tuk sebuah fiksi agung 'Tuhan Hanya Ada di Indonesia' "

    "Aku adalah malaikat kematian mu, aku adalah durjana senja, tanpa nama ku bermakna dan setan kan teriakkan nama mu cinta."


    "Tirai malam hiasi serambi seribu puspa, kayuh rindu ini agar terdampar di hati nya. Good nite."


    "Petiklah bulan, jadikan ia cahaya sahaja di malam laknat para pendosa. Sepi ini tanpa nama, dingin namun bermakna."


    "Dan hujan peluru ini tak akan pernah bisa halangi langkah ku tuk remukkan peradaban."


    "Kalau dipikir-pikir hidup ini sebenarnya simpel. Makanya jangan dipikirin, biar ribet, dan seru. Ha! Selamat pagi."

    "Saatnya merajut sisa hari tuk temukan cahaya di setangkai bulan. Good nite."

    "Selalu ada dua tembok kebenaran, satu untuk diruntuhkan, satunya lagi untuk dipanjat. Mari hidup diantaranya. Good nite."

    "Kendarai sepi, rajai mimpi. Selamat tidur raja dan ratu malam, pemikir besar dan pengubah dunia. Simpan api mu utk esok yg lebih besar."

    "Ku tatap kebenaran dengan sebuah teleskop palsu. Dan iya, kebenaran terlihat indah."


    "Ribuan melati kecil di belantara durjana. Ku doakan semoga nestapa tak selimuti mekar mu nanti. Good nite."


    "Manusia, dan sejuta alasan, merusak bumi dengan kesombongan yang sempurna" SID – Marah bumi.


    "Selamat tidur raja dan ratu, bulan dan ksatria, peluk angkasa bersiaplah tuk meraksasa, esok dan selamanya."


    "Semoga anak2 lbh bisa menikmati dunia nya, tidak dipaksa tua oleh dunia dewasa yg kadang miskin rasa"


    "Kekasih tanpa nama, di malam tak berdetik ini ia bermakna. Good nite."


    "Sekali lagi. Tanpa lentera ku kejar malam hanya untuk tersesat di dalam hatimu. Good nite."


    "Mahkota kehidupan & pesona kematian, keduanya berseteru tuk jadi serpihan lirik yang kan menunggumu di pelabuhan api."


    "Ketika matahari tak lagi terangi hatimu, maka esok lusa terlahir cinta dari mereka, sang pemangsa mentari."


    "Jejak rindu mu memukul mundur ruang & waktu, dan ketika jelita adalah gerhana, kau sandarkan mimpi pada belati."


    "Laras-laras dingin penyangga pagi. Di antara angkasa dan kota mati, kita terbangun oleh riuh nya pasar senjata."


    "Buai angin senja, ingatkan ia akan air mata yang mengering. Dan dendam yg meraksasa" ~ Donal Bebek


    "Kamu adalah perajut kebenaran yang hidup dalam ruang bising tak bertuan."


    "Jika anda setuju Indonesia di seragamkan, tempatkan nama saya di daftar musuh anda!"


    "Silakan jika anda ingin berperang, tapi jgn di negri ini. negri ini tdk butuh perang! negeri ini butuh kemakmuran dan kedamaian!"


    "Konsep kebebasan yg fanatik adalah ketika kebebasan itu malah menekan/merampas hak hidup orang lain."


    "Kadang ku hanya ingin menatap matamu, hanya itu bagian darimu yang tak bisa bohong"


    "Jangan biarkan mimpimu tergeletak tak bertuan. Rampas menara itu. Pijarkan cahayamu."


    "Lebih mudah menarik pelatuk daripada memetik gitar, lebih mudah menghancurkan daripada menciptakan"


    "Ini dunia, bukan surga, kamu tak harus terlihat sempurna" ~ Donal Bebek


    "Sayap ini beku. Tapi hati ini tidak."


    "Api kecil ini terbuat dari mimpi-mimpi yang sudah lama mati."


    "Hingga menghitam semesta. Ku adalah cinta, ku adalah sakit, ku adalah dendam, ku adalah kasih"


    "Perang, perdamaian, kehancuran, kedigjayaan. Apa penyebab semua itu? Jika dirangkum, semua esensi nya bermuara di Cinta."


    "Hidup Ini kadang dingin dan tak mau menunggu meski kita lelah mengejar nya"


    "Berbekal bensin kita lewati jalanan, lalu temukan cinta di sisi gelap kehidupan, aku bersamamu kawan"


    "Hati mu besar, tapi tak sebesar obsesi mu tuk masuk surga. Kasihan."    


    "Engkau diam, penuh dendam, tersudut tak terdengar. Dalam perih, angkat wajah walaupun tak bermahkota"


    "Semerbak rindu kuasai udara panas ini, senja pun ikut berdebar menanti berita mu tentang perang dan cinta.


    "Mesin harus diredam, Alam harus menang"


    "Tak ada yang memiliki malam sepekat ini selain dirimu. Bersabarlah. Cahaya itu ada"


    "Ketidaksempurnaan membuat ia sempurna. Kekurangan membuat ia berkecukupan. Hanya kesetiaan yang akan membunuhnya."


    "Kita hidup di Bumi ini tidak harus menjadi atau merasa paling bermoral, paling iman, paling suci. Semua manusia itu sama.


    "Di zaman sekarang semua orang bisa terlihat Punk atau apapun itu, tapi esensi nya mungkin mereka gak dapet"


    "Setiap manusia berpotensi menjadi seorang anarkis. Punk sendiri memiliki arti yg luas. Punk tidak harus berideologi garis keras."


    "Dan setiap badai kan miliki nama mu cinta, dan setiap langit kan hujani dusta mu cinta."


    "Kita percaya keberagaman dan toleransi harus dimenangkan."


    "Tegak menantang dan tak pernah berhenti, suarakan kejujuran hati yang berani"


    "Malam bertaring, menerjang hingga ke tulang, sakit ini kekal ketika surga dirajah bencana"


    "Teriaklah kepada terik jika panas nya hidupkan lagi jiwa mu yang lama mati"


    "Hidup ini perang. Berhenti berpikir bagai serdadu dan mulai berpikir bagai panglima"


    "Cahaya kehidupan itu kadang begitu terik, menyilaukan mata hati & pikiran"


    "Betapa bosannya kita dgn arus lama, dgn culture mainstream di Indonesia yg musiknya itu2 saja, seolah-olah di Indonesia itu tak ada pilihan."


    "Uang bisa membeli popularitas, namun tidak bisa membeli rasa hormat; Ia perlu lebih lama dari uang, sensasi & rupa sempurna."


    "Opini yang dibangun berdasar prasangka tanpa fakta adalah awal dari berakhirnya sebuah kebenaran"


    "Berhenti berharap, gunakan setiap inchi anugrah Tuhan utk melawan dan menciptakan perubahan. Dari sekarang."


    "Generasi kita dijejali mall, diracuni infotainment, sinetron & hiburan-hiburan plastik nihil pesan. Menjadi palsu adalah 'cool'."


    "Dan kita berteduh dibawah mimpi besar, jika cinta itu ada untuk semua manusia"


    "Makan itu TV & jadikan 'kecenderungan umum' sbg bahan lelucon terbaikmu. Kamu pikir itu lucu karena semua melakukannya ? Wow, Jenius!"


    "Meski dunia remukan hatimu, mawar itu tak pernah lepas dari genggamanmu. Satu cinta untuk dunia yang keji"


    "Menyatulah dengan alam, coba selami cara alam bergerak & bereaksi, sayangi ia. Setelah itu baru namakan dirimu manusia."


    "Dendam adalah penjara. Cinta adalah anugrah. Kamu adalah anugrah yang terpenjara."


    "Diantara kita & perubahan, ada sebuah tembok bernama 'ketakpedulian'. Dan tembok itu hanya bisa runtuh jika kita bersama-sama mendobraknya."


    "Rampaslah pagi, ia milikmu. Dan katakan pada malam, gelapnya tak kan berarti. Ia sudah mati."


    "Ketika terbangun esok, semoga saja malaikat masih memegangi pundakmu"


    "Ketika mesin mengambil alih dunia, matilah peradaban". 'Mesin' itu maksudnya ketika kita (manusia) berpikir spt robot; tanpa hati."    


    "Jika cinta bisa teriak, maka angkasa tak cukup luas tuk bendung gema nya."


    "Walau negara berantakan, tapi romansa & cinta dalam diri kita masing-masing tak akan pernah padam."     


     Sekian kata-kata dari bli  Jrx yg bisa ane share, bila ada salah kata ane minta maaf. Salam Outsider, tetap muda, beda, dan berbahaya... Cheers.... :D

Kamis, 09 November 2017

Senyumnya adalah segalanya bagiku


sumber image : google


Jika apa yang tertulis padaku adalah yang terbaik baik baginya...
Beri aku kekuatan agar binarku bisa menyentuhnya..

Dengan kasih sayang yang berkelimpahan...
Dengan ragaku yang bisa menjaganya di saat sehat ataupun sakit...
Dengan bahuku yang bisa menopang segala kepedihannya...

Di saat kuat dan rapuhnya...
Di saat senyum dan tangisnya...

Namun...
Jika di sana ada seseorang lain yang menurut Engkau bisa menjaganya lebih baik dari yang bisa aku lakukan...
Mohon beri hamba ketabahan untuk mengikhlaskan...
Semua kenangan yang masih terasa hangat dalam ingatan...

Dan ijinkan aku memohon kepada-Mu...
Untuk membahagiakan dia dengan cara-Mu...
Biarkan dia mendapatkan yang terbaik menurut-Mu...
Meski itu bukan aku...

Sesungguhnya senyumnya adalah segalanya bagiku...

Kenangan Senja


Kenangan Senja
         

            Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua murid tak terkecuali aku segera bergegas tuk pulang. Langit sore mengiringi perjalanan pulangku, di perjalanan pulang, ku sempatkan tuk melihat indahnya senja. Ku kayuh sepedaku sampai ke puncak bukit yang berada tidak jauh dari rumah ku. Disini aku menikmati indahnya senja, ingatan itu pun kembali muncul setiap aku memandang senja, apa mungkin karena nama dia Senja jadi setiap aku memandang senja jadi teringat kembali dengan dia? Entahlah.

            Senja, senja dan senja nama itu slalu muncul ketika aku sedang asyik memandang sang senja. Senja itu adalah nama orang yang sangat ku sayangi, tapi entah kini dia tak pernah memberi kabar sama sekali, semenjak masuk di SMA dia mulai sulit tuk di hubungi lagi, mungkin dia lagi sibuk dengan tugasnya atau apa mungkin dia sudah melupakan aku? Semua itu pasti hanya tuhan yang tahu. Memang aku bukan siapa-siapanya dia, tapi sebenarnya aku memendam rasa sama dia, tapi kesalahan terbesar ku adalah aku tak berani mengungkapkan perasaan ku kepada dia, dan hingga saat ini dia pun tidak tau kalau sebenarnya aku sangat menyayanginya.

            Dan sekarang pun dia tidak bisa di hubungi, aku pun khawatir dengan keadaannya, mungkin dia sudah ganti nomer, dan aku pun tidak di beritahu olehnya. Dan rasa penyesalan kian menyelimuti ku, kenapa dulu aku tidak berani menyatakan perasaanku? Kenapa?

            Senja, mungkin kamu sama seperti senja sore, yang sangat indah namun takkan pernah bisa ku miliki dan kau pun mulai menjauh dan sangat jauh, aku di sini hanya bisa melihat kamu dan tak bisa menggapaimu.

            Kalau kita memang jodoh pasti waktu akan mempertemukan kita lagi, aku slalu percaya dengan rencana Tuhan yang sangat indah. Dan kalau pun nanti kamu bukan jodohku aku pun ikhlas menerima semua itu. Dan sampai kini pun kau masih Senja yang senantiasa memancarkan jingga di hatiku.

            Senja pun sudah berganti malam, ku kayuh lagi sepedaku dengan hati-hati menuruni bukit, sampai di Rumah aku bergegas tuk mandi lalu dilanjutkan dengan sholat, setelah sholat aku pun belajar sekedar membaca dan mengerjakan tugas, meski kenangan tentang senja slalu mencoba tuk menyelinap. Kadang ku bawa kenangan tentang Senja ke alam mimpiku, karena hanya di sanalah aku bisa bertemu dengan dia, meski itu hanya khayalan belaka. Aku pun slalu berharap semua itu menjadi nyata.

Minggu, 06 Oktober 2013

Ikhwan Sejati



Imronsenja.blogspot.co.id - Ikhwan Sejati. Saya di sini mau berbagi sedikit cerita, yuk mari di simak bersama-sama.


Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, "Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!"

Sang Ibu tersenyum :) dan menjawab…

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,

tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,

tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,

tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja,

tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,

tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,

tetapi dari hati yang ada dibalik itu.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja,

tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,

tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran,

tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. "Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata…
Belajarlah tentang dia. Ia pun mengambil buku itu, "MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu.

Akhwat Sejati

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya mau menshare tentang sebuah cerita tentang Akhwat Sejati, yang barusan saya baca. semoga bermanfaat~ =)


Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?"
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.

Anakku… 

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. 

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.

Ketahuilah putriku…
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah…
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.Setelah itu sang anak kembali bertanya,

"Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?" Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Anakku, Pelajarilah dia!"

Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri Rasulullah".

Minggu, 29 September 2013

Mencintai Dalam Diam Dengan Kesederhanaan dan Keikhlasan

Assalamualaikum Wr. Wb.


Ketika cinta kini hadir, tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui, saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta, izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba... mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu kerana Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran Allah kerana hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah...~

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 49)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” ( QS. Ar Ruum: 21 )

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata...
Maka...
Bersabarlah...
Berdoalah...
Berpuasalah...

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Israa': 32 )

Mungkin cukup mencintai dia dalam diam...
Bukan kerana membenci hadirnya, tetapi menjaga kesucinnya.
Bukan kerana menghindari dunia, tetapi meraih surga-Nya
Bukan kerana lemah untuk menghadapinya, tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus.~

Cinta Itu wujud...
Pada Hati-hati yang suci...
Pada Jiwa-jiwa yang ingin coba Mengenali-Nya...
Pada Hamba yang Semakin Insaf akan ke khilafannya...

Cinta itu ada....
Pada Allah yang mencipta kita....
Indah pada Pandangan mata...
Berbeza paras dan rupa, itu bukan ukuran-Nya...

Cinta itu Adil...
Pada saat Umat jahil...
Rosulullah menjadi Pilihan-Nya...
Membawa Umat kembali mencintai-Nya...

Cinta itu pasti ada...
Pada seraut wajah redup ibu bapak...
Penat dan lelahnya membesarkan kita...
Ikhlas Hatinya, entah dapat di balas atau sebaliknya....

Cinta itu hadir...
Pada seorang saudara yang menasehati saudaranya yang lain...
Keduannya saling menasehati ke arah kebenaran dan kesabaran...
Supaya Ukhuwah menuju Syurgawi tak terlupakan...

Cinta itu pati muncul...
Dalam hati seorang sahabat sejati...
Mencari dan mengajak sahabat lain ke jalan Illahi...
Agar diri dan sahabat tidak terhumban ke dalam gaung Neraka yang dahsyat tak terperi....

Cinta itu suat Anugerah...
Bila hati bertemu hati...
Saat ijab Qabul selesai terurai....
Keikhlasan Sang Suami memikat Ridho-Nya...

Cinta itu memeng Indah...
Bila berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah...
Bila tujuannya Kerana Allah...
Bila matlamatnya Syurga yang Barakah...

Cinta itu pasti ada...
Pasti kau akan temuinya...
Dengan membersihkan dirimu dari pada segala noda dan dosa...
Kelak, Cinta Abadi nan Hakiki akan bermula dan bertahta dalam jiwa seorang Hamba......

Cukup cintai dia dari kejauhan...
Kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari ujian...
Kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan...
Kerana mungkin sajakan membawa kelalaian hati-hati yang terjaga..

Cukup cintai dia dengan kesederhanaan...
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan...
Menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...

Maka cintailah dia dengan keikhlasan...
Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati.. tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??

“... boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah: 216 )

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (syurga).” (QS. An Nuur: 26 )

Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan...
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan..
Mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan...
Serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya... Biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

“Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar Bin Khattab ra)


Rabu, 11 September 2013

Utuh Tak Tersentuh

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim

Tak sengaja saya menemukan kata-kata ini dari suatu web, semoga anda terinspirasi. =)






Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian...~
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh...~

Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi... Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia...
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu... Rasa yang entah akan berlabuh di mana?

Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…

Wahai  para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya...

Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang wanita, rasakan...~

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .

Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?  untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?

Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…

Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku... Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..

Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH,

padamu... Hanya padamu... ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku....~

Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo

imronsenja.blogspot.co.id - Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo. Pada Kesempatan kali ini saya akan membagikan kumpulan kata-kata dari Sujiwo ...