Tampilkan postingan dengan label senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Januari 2018

Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo

imronsenja.blogspot.co.id - Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo. Pada Kesempatan kali ini saya akan membagikan kumpulan kata-kata dari Sujiwo Tejo. Seorang budayawan sekaligus Presiden dari Republik Jancukers.


    “Ah, kau, rama, titisan dewa, Dewa bisa sempurna. Tapi, kau tak sempurna. Kau cuma manusia. Mengapa kau tak berbahagia menjadi manusia dengan segala ketidaksempurnaanmu seperti juga ketidaksempurnaanku...?”― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Berkali-kali aku bilang, bangsa ini digoblokan dengan pendidikan matematika yang salah. Matematika cuma diajarkan sebagai hitung-hitungan. Bukan sebagai bahasa.”― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Bahkan dalam banyak kepercayaan dan agama, hal yang musikal dianggap lebih awal dan lebih akhir ketimbang teks kata-kata maupun rupa.”― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Bisikan musikal diberikan kepada orang bahkan semasih ia janin, dan setelah di liang lahat.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Menjadi suami atau istri yang gagal kerap dinilai tak menjaga kehormatan keluarga besar.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Manusia hidup di zamannya. Sampeyan boleh saja hidup lama di luar negeri, tapi jangan sampai terlalu lama hidup di luar zaman.” ― Sujiwo Tejo, Republik #Jancukers


    “Ngawur karena benar" adalah jurus terakhir kita setelah mentok pada jurus-jurus lain yang konon sistematis, santun dan berbudi pekerti.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Lama-lama orang males romantis karena entar disebut galau.

     Males peduli takut disebut kepo.

     Males mendetail takut dibilang rempong.

     Males mengubah-ubah point of view dalam debat takut dibilang labil.

     Juga, lama-lama generasi mendatang males berpendapat takut dikira curhat.” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Ini "Khotbah Minggu"-ku : Cinta itu penjara dengan kerangkeng kasih sayang, maka kamu sering menangis tanpa merasa dibui.” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Ini "Khotbah Minggu"-ku : Setiap Game Over dalam hidupmu perlu koin untuk berlanjut. Koin itu adalah jiwa pasrah.” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Setiap peristiwa bukanlah awal, bukan pula akhir dari segalanya. Setiap peristiwa bisa merupakan pendahuluan atau akibat dari peristiwa lain.”― Sujiwo Tejo, Tuhan Maha Asyik


    “Di negara Jancukers. Allahu Akbar nilainya tinggi, yaitu untuk mengusir penjajah Belanda dulu dan untuk mengusir Jepang. Tidak seperti di negara tetangga, Allahu Akbar dipakai untuk melawan orang makan di warung Tegal.”― Sujiwo Tejo


    “Ya kalau nggak bohong mana mungkin seorang lelaki bisa lompat sana lompat sini memadu kasih, bahkan ketika masih berhubungan perempuan-perempuan lain.”― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Hanuman tertarik pada Trijata lantaran Trijata memang lebih hangat ketimbang Sinta. Trijata lebih manusiawi. Sebagai kera, Hanuman rindu pada bau manusia. Hanuman tak mencium bau manusia pada Sinta. Baginya bau Sinta terlalu bau bidadari.”― Sujiwo Tejo, Rahvayana: Aku Lala Padamu


    “Semakin tidak menyadari kondisinya, maka semakin buruk kondisi jiwanya - Nova Riyanti Yusuf” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Rama, sebetulnya kau mencintaiku atau mencintai dirimu sendiri sehingga kau begitu hirau dengan gosip rakyatmu bahwa aku sudah tak suci lagi setelah hidup bersama Rahwana?” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “... toh jagat di luar dan jagat di dalam sama saja. Siapa yang mengenal Tuhan akan mengenal dirinya. Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan.” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Bukankah hanya pada saat mencemooh, putus asa, marah, dan sejenis itu kita menekankan suku kata terakhir pada kata-kata yang terdiri atas empat suku kata?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Lagu kebangsaan pastilah bukan semacam sistem demokrasi yang bisa didatangkan dari luar dan harus bisa dipakai oleh seluruh daerah yang tanpa sejarah demokrasi, karena lagu kebangsaan bukan demokrasi yang rasional dan bisa dicapai dengan pembelajaran. Lagu kebangsaan adalah urusan emosional.”― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Banyak umat beragama, menurut perempuan bermonolog itu, yang tak menyembah Tuhan, tapi terjebak menyembah nama Tuhan, bahkan tak enggan berperang lantaran saling berebut nama Tuhan. Mereka seperti para pandita di Hutan Dandaka yang memuja sosok pemuda tampan karena terpesona dan memuja namanya: Rama.”― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Jalan menuju Tuhan sama dengan jalan menuju Roma, Rahwana. Pada akhirnya semua jalan akan menuju Roma. Demikian pula jalan menuju Tuhan. Ada yang melalui jalur filosofis, ada yang melalui jalur cinta. Ada yang reflektif, ada yang afektif. Ada yang religius, ada yang altruis...” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Kesenian yang baik biasanya merupakan biografi senimannya, biografi yang disamar-samarkan di sana sini.”― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Jangan tanya besarnya seseorang dari anaknya sendiri. Di mata keluarganya seorang ayah pasti biasa-biasa saja. Mungkin malah kerdil...” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Pas ditinju, refleks kita ngeles ke kiri atau ke kanan. Bagaimana kita akan mengubahnya dengan menunduk. Wong refleks itu kata para ahli gerakan tak sadar.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Lantas, sekali lagi, bagaimana kita akan mengubah suatu kelaziman kalau yang lazin itu sendiri tak kita sadari?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Karena hanya kebekuan yang susah memaafkan.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “jangka waktu antara sanjungan dan umpatan demikian tipisnya. manusia bisa pagi memuja, lalu sorenya mendamprat dengan berbagai hujatan” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Minta maaf, dengan segenap konsekuensinya, harusnya mudah dilakukan oleh siapapun yang belum beku.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Bangsa Indonesia bangsa yang cepat nda ingat, walau Abraham Lincoln dan Bung Karno sudah mewanti-wanti jangan gampang lupa sejarah.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “para pemeluk agama pasti marah jika tahu aku mengatakan hal itu, karena mereka hanya memeluk agama, cuma meluk jadi cenggur. beda dengan penyetubuh/pengencuk agama yang paham dengan agamanya hingga bisa klimaks dengan Tuhan. Met pacaran ma Tuhan Cuuk!!” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “hidup itu seperti pergelarn wayang, dimana kamu menjadi dalang atas naskah semesta yang dituliskan oleh tuhan mu." ― Sujiwo Tejo


    “Bahwa menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa rencanakan cintamu untuk siapa... Bahwa yang membekas dari lilin bukan lelehnya, melainkan wajahmu sebelum gelap...” ― Sujiwo Tejo


    “Tuhan kan nggak mungkin langsung sedekah ke orang-orang, ya kalianlah sedekah duit kalau punya duit, sedekah ilmu, sedekah senyum. Masa sih kalau sudah gitu Tuhan gak bales cintamu? Tapi gak mungkin dia belai-belai langsung rambutmu, sentuh bibirmu. Maka Tuhan ciptakan “wakil”nya, yaitu pacarmu. Maka doalah, “Tuhan, semoga pacarku ini betul-betul orang yang kau pilihkan untukku.” ― Sujiwo Tejo


    “Jangan pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu.” ― Sujiwo Tejo


    “naskah sutradara kita tahu di depan, naskah Tuhan kita tahu di belakang~” ― Sujiwo Tejo, Dalang Galau Ngetwit


    “Intinya, bagimana sembahyang itu bisa mendorong seluruh hatimu untuk menolong orang lain. Itulah inti pergi ke masjid, gereja, wihara, kuil, dan sebagainya.” ― Sujiwo Tejo, Lupa Endonesa


    “Bagaimana kebiasaan akan kita ubah kalau kebiasaan itu sendiri sering tak kita sadari?” ― Sujiwo Tejo


    “Urakan berbeda dari kurang ajar. Urakan melanggar aturan termasuk aturan berfikir demi mengikuti hati nurani. Kurang ajar melanggar aturan hanya demi melanggar.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Cinta itu takdir. Menikahi itu nasib. Kita bisa melawan nasib, tapi tidak takdir ... Hmmm ... Di dalam cinta, tidak ada yang salah. Ratu Kencono Wungu tak bisa disalahkan. Cinta itu ajaib. Datang dan perginya tak dapat kita rencanakan. Ratu tak salah jika selama masa penantian cintanya di luar rencana ternyata tumbuh ke Damarwulan.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Andai mereka, kaum jomblo itu, ber-Tuhan, masih lumayan. Mereka akan bilang bahwa jodoh itu di tangan Tuhan. Lha, yang atheis jodohnya di tangan siapa?” ― Sujiwo Tejo, Republik #Jancukers


    “Benar dan salah tentu ada. Tegakkanlah segitiga. Pada alas ada dua sudut, sudut benar dan sudut salah. Sinta, mari tarik lagi alas segitiga itu ke atas. Makin ke atas, sudut benar dan sudut salah itu semakin dekat. Di puncaknya, kedua sudut itu melenyap. Itulah titik Tuhan.” ― Sujiwo Tejo


    “Orang hidup, termasuk saya, toh lebih sering memperhatikan wajah dan sifat-sifat orang lain ketimbang detail-detail selebihnya.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Hidup di alam fana adalah hidup di alam sandiwara. Lebih baik sekalian merias yang sungguh-sungguh sandiwara ketimbang merias yang tampak bukan sandiwara padahal sandiwara juga ...” ― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada


    “Ngawur karena benar" adalah jurus terakhir kita setelah mentok pada jurus-jurus lain yang konon sistematis, santun dan berbudi pekerti. Setelah kita endus bahwa di balik kedok tertata, sopan dab bertata krama itu ternyata adalah kepalsuan, ketika itulah ngawurisme bermula.” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Bagaimana kalau uang jajan lebih besar ketimbang uang makan?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Harusnya kesabaran itu seperti keinginan, tak ada batasnya. Yang bertapal batas cuma kebutuhan” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Saya iri ke Menak Jinggo .... Hidup luntang lantung bagai gelandangan di bawah pohon tapi hatinya penuh cinta. Kami hidup enak di ruang AC, bergemilang duit, tapi cinta kami redup bahkan kering kerontang," ungkap seorang anggota dewan” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Kamu pasti tahu dari buku-buku di perpustakaanmu bahwa orang kalau sudah beragama secara benar, menjadikan Tuhan sebagai kekasihnya, maka cintanya kepada kekasih di dunia ini hanya sekunder!!! Siang dan malam cuma ia ingin mencebur dalam Samudra Tuhan! Cintanya kepada sesama manusia cuma dalam rangka cintanya kepada Tuhan yang menciptakan manusia!” ― Sujiwo Tejo


    “Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda .... Mengapa kalian pesimistis?” ― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar


    “Saya sering berharap moga-moga segala kebaikan yang kelak akan saya lakukan adalah kebaikan yang tanpa saya sengaja. Begitu, sehingga luputlah saya dari rasa sombong lantaran merasa sudah berjasa.” ― Sujiwo Tejo


    “Kekasihku jangan bersedih tidurlah dan bermimpi, kenegeri kehamparan, kehampaan.. Kasih, Kenegeri Kehamparan, Kehampaan.. Tawa canda. Dan Biar kelak anak-anak mu kan percaya bualan Mu, jangan kau bersedih.....Pada Sebuah Ranjang” ― Sujiwo Tejo


Rabu, 03 Januari 2018

Tentangmu, Realitas Kehidupan


imronsenja.blogspot.co.id
image from google

Kita tidak akan bisa selamanya bahagia, pun kita tidak akan selamanya sedih...
Semuanya ada massanya...
Bukankah kehidupan selalu begitu...?
Selalu ada sesuatu yang bertolak belakang...
Kita pasti menyukai sesuatu dan membenci sesuatu yang lainya...
Sama seperti menyukai sebuah perjumpaan dan membenci sebuh perpisahan...
Padahal semua itu dihadirkan secara berpasangan...

Bagaimana kita menyebut itu sebuah kebahagiaan jika kita tidak mengenal sebuah kesedihan...
Bagaimana kita menyebut itu pertemuan jika kita tidak mengenal perpisahan...
dan inilah hidup yang penuh dengan realitas didalamnya...
dengan kita sebagai orang yang menjalaninya...

Sebenarnya masih banyak yang belum kupahami...
Tapi aku yakin suatu saat waktu kan membantu tuk menjelaskan semuanya...
Entahlah...
Aku sedang ingin membiarkan semua berjalan pada koridornya masing-masing...
dan aku tak ingin berdepat dengan waktu...
ku biarkan waktu tuk mengalir bebas...
Bukankah dengan ini akan menjadi lebih baik...?

Atas Sepengetahuan-Nya

image from google


Dan perlahan demi perlahan aku mulai menyadari,
Cinta yang tumbuh di hati ini adalah atas sepengetahuan-Nya,
Hati ini adalah mutlak milik-Nya,
dan Dia lah yang berhak tuk membolak balikannya,
apapun yang terjadi,
Dia tak mungkin menghadirkan rasa ini hanya sebatas imaji,
pasti ada maksud di balik semua itu.

Tentang kenapa kau yang di pilih hatiku untuk membuatnya luluh,
Tentang kenapa hatiku memilihmu untuk membuatnya tetap hangat,
Tentang kenapa kau yang selalu saja terdapat dalam pikiranku,
Entahlah...
Tetapi rasa ini hadir atas sepengetahuan-Nya,

Walaupun suatu saat aku tak bersamamu di suatu hari di masa depan,
Insya allah aku akan mencoba tuk Ikhlas...
Karena ku tau itulah jalan yang di tuliskan oleh-Nya
Untuk kamu,,, Kita,,, dan Cinta,,,

Tuhan telah memberiku cinta yang luar biasa,,,
Bahkan...
disaat aku telah kalah,,, Cinta-Nya tak sekalipun di biarkan hilang,,,

Jalan hidupku masih panjang...
Aku masih ingin menemukan rumah untuk berlabuhnya hatiku...
Menemukan cinta yang terindah, milik-Nya semata,
Dan aku percaya kepada rencana-Nya yang kan indah pada waktunya...


Kamis, 09 November 2017

Senyumnya adalah segalanya bagiku


sumber image : google


Jika apa yang tertulis padaku adalah yang terbaik baik baginya...
Beri aku kekuatan agar binarku bisa menyentuhnya..

Dengan kasih sayang yang berkelimpahan...
Dengan ragaku yang bisa menjaganya di saat sehat ataupun sakit...
Dengan bahuku yang bisa menopang segala kepedihannya...

Di saat kuat dan rapuhnya...
Di saat senyum dan tangisnya...

Namun...
Jika di sana ada seseorang lain yang menurut Engkau bisa menjaganya lebih baik dari yang bisa aku lakukan...
Mohon beri hamba ketabahan untuk mengikhlaskan...
Semua kenangan yang masih terasa hangat dalam ingatan...

Dan ijinkan aku memohon kepada-Mu...
Untuk membahagiakan dia dengan cara-Mu...
Biarkan dia mendapatkan yang terbaik menurut-Mu...
Meski itu bukan aku...

Sesungguhnya senyumnya adalah segalanya bagiku...

Kamu datang lagi

sumber image : google

Kamu datang lagi...
ketika bayang dirimu mulai hilang dalam hatiku...
Kamu datang lagi...
ketika semua harapan tentang mu mulai layu...
Kamu datang lagi...
seakan memberi harapan yang mungkin sulit jadi kenyataan...

Tetapi...
Sampai saat ini...
Prasaan ini kan tetap sama...
Aku masih akan berharap...
Meski kenyataan kan membangunkanku dari harapan yang membisu...

Meski kau takkan tau...
Bahkan meski kau tak mengerti...
Kamu kan slalu ada...
Slalu ada dalam hatiku...

Aku tak berhak menuntut kau akan memilihku...
Semua sudah diatur di koridornya masing-masing oleh-Nya...
Tapi aku kan slalu percaya...
Rencana Tuhan...
yang kan indah pada waktunya...
meskipun akhirnya kau takkan bersama ku... :')


Senja

sumber image : google


Senja memandang dalam Lintang. Ada rasa terpendam yang sulit untuk di deskripsikan. Senja merasa bodoh, apakah perasaaan ini hanya dia yang memiliki? Ingin rasanya dia bertanya "Lintang, apakah kau merasakan perasaanku?", Pertemuan mereka di bangku dekat danau itu seperti bisa dibilang takdir. Sore ini cuaca sangat cerah, cahaya sore dapat dirasakan langsung oleh kulit. Siluet pohon tercipta di pinggiran danau. Dua Insan sedang duduk bercerita penuh canda tawa tiba - tiba senyap oleh sebuah pertanyaan "Lintang, apakah kamu merasakan perasaanku?" Lintang diam saja menerima pertanyaan itu, senja masih terus menatap mata Lintang yang melihat kebawah. "Hahahaha" Lintang bingung dengan sikap Senja yang tiba - tiba tertawa "Aku tadi nanya apa yaa? Udah lupain aja tang hehehe" Suasana kembali cair. Seharusnya aku tidak menanyakan itu batin Senja.

Seminggu kemudian, Senja terkejut, Lintang sudah mempunyai kekasih. Selama ini Lintang tidak pernah bercerita tentang kekasihnya itu, Senja terlihat sedih. Seperti biasa sore hari dia akan ke bangku dekat danau. Tidak lama kemudian Lintang datang memanggil Senja. Segera Senja mengusap air mata dipipinya sebelum terlihat oleh Lintang. "Hai Senja, loh kamu kenapa? Kok matanya merah, nangis?" tanya lintang, "Ah, engga kok. Tadi abis kelilipan debu tang hehehe" jawab Senja. Seperti biasa mereka bercerita satu sama lain. Tapi ada rasa yang mengganjal hati Senja. Rasa sakit bercampur aduk dengan rasa senang yang terpaksa dibuat saat ini. Sebuah cinta yang masih terkunci di hati yang tulus dan rapat. Akhirnya Lintang bercerita tentang kekasihnya kepada Senja. Kerapuhan hati senja semakin lebar, seperti pisau menyayat ketika nama kekasihnya Lintang muncul. Sangat berbeda dengan raut wajah Senja yang saat ini antusias dan bahagia mendengar cerita Lintang. Senja bersyukur matahari mengakhiri hari ini. Mereka pulang kerumah masing - masing.

Mimpi aneh selalu datang ketika Senja tidur. Dia selalu terbangun dan kemudian menangis. Senja tidsk pernah cerita kesiapapun bahkan Lintang. Satu tahun berlalu, Lintang kini tidak lagi bersama kekasihnya itu. Tapi selalu Lintang bercerita tentang kekasihnya itu ke Senja. Lintang tidak tahu bagaimana perasaan Senja selama ini, rasa terpendam yang berusaha menyeruak ke luar. Semakin memaksa keluar ketika bersama Lintang. Bulan kembali menampakkan dirinya. Malam yang panjang kembali dialami Senja, mimpi aneh itu belum berhenti. Senja seperti disiksa.

Mendung menyombongkan dirinya diatas sana. Senja dan Lintang masih terjaga dibangku dekat danau.
"Hai Senja, tidak terasa yah sudah lama kita bersama"
"Iya Lintang"
"Kamu tahu, semenjak aku putus dengan Zahra. Aku merasa aneh"
"Merasa aneh kenapa?"
"Aku juga tidak tahu. Perasaan aneh ini muncul apabila kita sedang berdua dan rasa yang lain lagi muncul ketika kita berpisah"
"Hmm, menurutmu rasa apa itu?"
"Tidak tahu"

Suasana diam, hanya suara angin kencang dan petir. Perlahan air jatuh dari atas, semakin lama semakin banyak. Senja dan Lintang mencari tempat berteduh. Ketika berlari Lintang menggenggam lengan Senja agar tidak ketinggalan. Kembali muncul rasa campur aduk, kali ini tidak seperti satu tahun yang lalu. Rasa yang membuat dia bahagia dan menciptakan sebuah senyuman akan momen ini. Hari ini pasti tidak akan dilupakan Senja. Malam hari, Senja terbangun karena mimpi mengerikan tentang Lintang, meskipun samar - samar. Langsung saja ia SMS Lintang. Tidak lama kemudian ia tenang karena SMS balasan dari Lintang yang sedang mengerjakan tugas. Malam berikutnya, mimpi itu datang lagi mimpi yang sama tentang Lintang dan semakin jelas.

"Lintang, kamu percaya mimpi bisa menjadi kenyataan?"
"Ha? Kok bertanya seperti itu?"
"Tidak apa - apa. Besok kamu jadi ke Jogja?
"Iya jadi dong Senja, kan lombanya besok"
"Oh.."
"Ada apa memangnya?"
"Tidak ada apa - apa"
"....."
"Tentang rasa yang pernah kamu ceritakan. Apa kamu sudah tahu apa itu?" Tanya Senja
"Hmm, aku masih tidak tahu. Tapi aku menyukainya"

Senja hanya tersenyum mendengar itu. Malam hari mimpi itu datang kembali kali ini sangat jelas. Mimpi mengenai Lintang. Tentang sebuah mobil travel yang hancur akibat tabrakan keras. Sudah tidak mungkin ada yang selamat. Didalamnya ada seseorang yang Senja kenal. Suara yang memanggil itu dia tahu suara ini, Senja mencari sumber suara itu. Suara itu datang dari tubuh seseorang  yang berlumuran darah. Senja semakin mendekat, penasaran melihat wajahnya. LINTAAANGGGG!!! Teriak Senja. Senja langsung menghampiri Lintang yang berlumuran darah. Air mata turun deras di pipi Senja.  "LINTANGG! KENAPA JADI BEGINI!! TOLOOONGGGG TOLOOOOOONGGGG!!!"

"Senja, sudah tidak perlu minta tolong" Senyum mengembang di wajah Lintang yang sudah tidak karuan.
"Lintangg! Kamu tidak boleh pergi, tidak boleh...!!!" Ledakan tangis Senja membahana di jalan
"Senja, aku sudah tahu rasa apa yang selama ini aku rasakan. rasa yang membuat aku bahagia ketika bersama kamu."
"Sudah Lintang, kamu jangan banyak bicara. Aku harus membawa kamu ke rumah sakit."
"Sudah tidak mungkin Senja, aku hanya ingin memberitahu rasa apa yang selalu aku rasakan. Aku yakin sekali ini tidak salah. Rasa itu adalah, Cinta. Rasa cinta ini memberitahuku bahwa kamulah orang yang tulus mendengar semua ceritaku, setia bila aku sedang dalam kesusahan, kamulah orang yang tepat untuk menaruh rasa cintaku ini. Aku mencintaimu Senja"
Senja kaget mendengar kata - kata itu. Dari semua puisi yang pernah dia baca. Ucapan dari mulut Lintang selalu berada diatas. Seketika kata - kata itu membuat Senja bahagia.
"Bukan saatnya mengatakan hal ini Lintang! Kamu tidak lihat keadaanmu sekarang?!!"
"Senja, apa kamu mencintaiku juga?"
"Lintang... Sebelum rasa itu hadir di dirimu. Dia sudah hadir pada diriku terlebih dahulu. Sudah lama aku menunggu kamu mengucapkan hal ini"
Lintang tersenyum mendengarkan hal itu kemudian ia menutupkan matanya dan ada ucapakn kecil dari mulutnya.  "Terimakasih Senja"
"LINTANGG!!! LINTANG KAMU TIDAK BOLEH PERGIII!! LINTAAAAAANGG!!!!!!!" Teriak Senja

Senja terbangun dengan keringat di wajah. Mimpi itu terasa seperti nyata. Matahari sudah ada diatas. Dia melihat Handphone dan ada SMS dari Lintang.

“Doain aku yah Senja supaya aku menang lomba. Oh iyaa setelah dari Jogja aku ingin menyampaikan sesuatu ke kamu, aku sudah tahu rasa apa yang selama ini aku rasakan bila bersama kamu. Pokoknya kamu harus tahu apa rasa itu. Wait me. ;)”

Senja menaruh Handphone dengan pasrah. Air mata kembali mengalir, hanya doa keselamatan yang diucapkan Senja saat ini. Ia menyesal kenapa tidak bangun lebih awal agar bisa mencegah Lintang untuk tidak pergi ke Jogja . Senja pun berharap agar mimpinya tak menjadi nyata.~

Kenangan Senja


Kenangan Senja
         

            Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua murid tak terkecuali aku segera bergegas tuk pulang. Langit sore mengiringi perjalanan pulangku, di perjalanan pulang, ku sempatkan tuk melihat indahnya senja. Ku kayuh sepedaku sampai ke puncak bukit yang berada tidak jauh dari rumah ku. Disini aku menikmati indahnya senja, ingatan itu pun kembali muncul setiap aku memandang senja, apa mungkin karena nama dia Senja jadi setiap aku memandang senja jadi teringat kembali dengan dia? Entahlah.

            Senja, senja dan senja nama itu slalu muncul ketika aku sedang asyik memandang sang senja. Senja itu adalah nama orang yang sangat ku sayangi, tapi entah kini dia tak pernah memberi kabar sama sekali, semenjak masuk di SMA dia mulai sulit tuk di hubungi lagi, mungkin dia lagi sibuk dengan tugasnya atau apa mungkin dia sudah melupakan aku? Semua itu pasti hanya tuhan yang tahu. Memang aku bukan siapa-siapanya dia, tapi sebenarnya aku memendam rasa sama dia, tapi kesalahan terbesar ku adalah aku tak berani mengungkapkan perasaan ku kepada dia, dan hingga saat ini dia pun tidak tau kalau sebenarnya aku sangat menyayanginya.

            Dan sekarang pun dia tidak bisa di hubungi, aku pun khawatir dengan keadaannya, mungkin dia sudah ganti nomer, dan aku pun tidak di beritahu olehnya. Dan rasa penyesalan kian menyelimuti ku, kenapa dulu aku tidak berani menyatakan perasaanku? Kenapa?

            Senja, mungkin kamu sama seperti senja sore, yang sangat indah namun takkan pernah bisa ku miliki dan kau pun mulai menjauh dan sangat jauh, aku di sini hanya bisa melihat kamu dan tak bisa menggapaimu.

            Kalau kita memang jodoh pasti waktu akan mempertemukan kita lagi, aku slalu percaya dengan rencana Tuhan yang sangat indah. Dan kalau pun nanti kamu bukan jodohku aku pun ikhlas menerima semua itu. Dan sampai kini pun kau masih Senja yang senantiasa memancarkan jingga di hatiku.

            Senja pun sudah berganti malam, ku kayuh lagi sepedaku dengan hati-hati menuruni bukit, sampai di Rumah aku bergegas tuk mandi lalu dilanjutkan dengan sholat, setelah sholat aku pun belajar sekedar membaca dan mengerjakan tugas, meski kenangan tentang senja slalu mencoba tuk menyelinap. Kadang ku bawa kenangan tentang Senja ke alam mimpiku, karena hanya di sanalah aku bisa bertemu dengan dia, meski itu hanya khayalan belaka. Aku pun slalu berharap semua itu menjadi nyata.

Minggu, 29 September 2013

Mencintai Dalam Diam Dengan Kesederhanaan dan Keikhlasan

Assalamualaikum Wr. Wb.


Ketika cinta kini hadir, tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui, saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta, izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba... mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu kerana Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran Allah kerana hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah...~

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 49)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” ( QS. Ar Ruum: 21 )

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata...
Maka...
Bersabarlah...
Berdoalah...
Berpuasalah...

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Israa': 32 )

Mungkin cukup mencintai dia dalam diam...
Bukan kerana membenci hadirnya, tetapi menjaga kesucinnya.
Bukan kerana menghindari dunia, tetapi meraih surga-Nya
Bukan kerana lemah untuk menghadapinya, tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus.~

Cinta Itu wujud...
Pada Hati-hati yang suci...
Pada Jiwa-jiwa yang ingin coba Mengenali-Nya...
Pada Hamba yang Semakin Insaf akan ke khilafannya...

Cinta itu ada....
Pada Allah yang mencipta kita....
Indah pada Pandangan mata...
Berbeza paras dan rupa, itu bukan ukuran-Nya...

Cinta itu Adil...
Pada saat Umat jahil...
Rosulullah menjadi Pilihan-Nya...
Membawa Umat kembali mencintai-Nya...

Cinta itu pasti ada...
Pada seraut wajah redup ibu bapak...
Penat dan lelahnya membesarkan kita...
Ikhlas Hatinya, entah dapat di balas atau sebaliknya....

Cinta itu hadir...
Pada seorang saudara yang menasehati saudaranya yang lain...
Keduannya saling menasehati ke arah kebenaran dan kesabaran...
Supaya Ukhuwah menuju Syurgawi tak terlupakan...

Cinta itu pati muncul...
Dalam hati seorang sahabat sejati...
Mencari dan mengajak sahabat lain ke jalan Illahi...
Agar diri dan sahabat tidak terhumban ke dalam gaung Neraka yang dahsyat tak terperi....

Cinta itu suat Anugerah...
Bila hati bertemu hati...
Saat ijab Qabul selesai terurai....
Keikhlasan Sang Suami memikat Ridho-Nya...

Cinta itu memeng Indah...
Bila berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah...
Bila tujuannya Kerana Allah...
Bila matlamatnya Syurga yang Barakah...

Cinta itu pasti ada...
Pasti kau akan temuinya...
Dengan membersihkan dirimu dari pada segala noda dan dosa...
Kelak, Cinta Abadi nan Hakiki akan bermula dan bertahta dalam jiwa seorang Hamba......

Cukup cintai dia dari kejauhan...
Kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari ujian...
Kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan...
Kerana mungkin sajakan membawa kelalaian hati-hati yang terjaga..

Cukup cintai dia dengan kesederhanaan...
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan...
Menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...

Maka cintailah dia dengan keikhlasan...
Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati.. tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??

“... boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah: 216 )

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (syurga).” (QS. An Nuur: 26 )

Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan...
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan..
Mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan...
Serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya... Biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

“Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar Bin Khattab ra)


Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo

imronsenja.blogspot.co.id - Kumpulan Kata-Kata Sujiwo Tejo. Pada Kesempatan kali ini saya akan membagikan kumpulan kata-kata dari Sujiwo ...